Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuhan Sembilan Senti



Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-naim sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ek-ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-naim sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnuut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati maliiatun bi mukayyafi al hawwa'i.

Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Tuhan Sembilan Senti
Oleh: Taufiq Ismail

Kumpulan Surat - Surat Cinta



Surat Cinta Seorang Hacker

Seandainya hatimu adalah sebuah system, maka aku akan scan kamu untuk mengetahui port mana yang terbuka Sehingga tidak ada keraguan saat aku c:\> nc -l -o -v -e ke hatimu,tapi aku hanya berani ping di belakang anonymouse proxy, inikah rasanya jatuh cinta sehingga membuatku seperti pecundang atau aku memang pecundang sejati whatever!

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
ingin rasanya aku manfaatkan vulnerabilitiesmu, pake PHP injection Terus aku ls -la; find / -perm 777 -type d,sehingga aku tau kalo di hatimu ada folder yang bisa ditulisi atau adakah free space buat aku?. apa aku harus pasang backdor "Remote Connect-Back Shell"jadi aku tinggal nunggu koneksi dari kamu saja, biar aku tidak merana seperti ini.

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
saat semua request-ku diterima aku akan nogkrong terus di bugtraq untuk mengetahui bug terbarumu maka aku akan patch n pacth terus,aku akan jaga service-mu jangan sampai crash n aku akan menjadi firewallmu aku akan pasang portsentry, dan menyeting error pagemu " The page cannot be found Coz Has Been Owned by Someone get out!" aku janji gak bakalan ada macelinious program atau service yang hidden, karena aku sangat sayang dan mencintaimu.

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
jangan ada kata "You dont have permission to access it" untuk aku, kalau ga mau di ping flood Atau DDos Attack jangan ah....! kamu harus menjadi sang bidadari penyelamatku.

Seandainya hatimu adalah sebuah system, ...?

Tapi sayang hatimu bukanlah sebuah system,
kamu adalah sang bidadari impianku, yang telah mengacaukan systemku! Suatu saat nanti aku akan datang n mengatakan kalau di hatiku sudah terinfeksi virus yang Menghanyutkan, Ga ada anti virus yang dapat menangkalnya selain ...kamu.


Surat Cinta Anak Fisika

Archimedes dan Newton tak akan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro...

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya Energi kinetik cintaku = -mv~ Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di antara kita

Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna Dengan inersia tak terhingga Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya Inilah resultan momentum cinta kita...


Surat Cinta Anak Matematika

Saat aku bersua dengan eksponen jiwamu,
sinus kosinus hatiku bergetar membelah rasa
Diagonal-diagonal ruang hatiku
bersentuhan dengan diagonal-diagonal bidang hatiku
Jika aku adalah akar-akar persamaan x1 dan x2
maka engkaulah persamaan dengan akar-akar 2x1dan 2x2
Aku ini binatang jalang
Dari himpunan yang kosong
Kaulah integrasi belahan jiwaku
Kaulah kodomain dari fungsi hatiku
Kemana harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?
kulihat variabel dimatamu
Matamu bagaikan 2 elipsoid
hidungmu bagaikan asimptot-asimptot hiperbola
kulihat grafik cosinus dimulutmu
modus ponen.... modus tollens....
entah dengan modus apa kusingkap logika hatimu.....
Beribu-ribu matriks ordo 2x2 kutempuh
Bagaimana kuungkap adjoinku padamu
kujalani tiap barisan geometri yang tak hingga jumlahnya pula..
tiap barisan aritmatika yang tak terhitung
Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek berimpit pada pukul 10.54 6/11


Surat Cinta Anak Kedokteran

Hari itu,
ketika tubuhku pada metabolisme nya yang terendah...

Mataku berakomodasi tak percaya...
Benarkah yang tertangkap oleh nervi optici-ku??

Dalam sms mu...
Katamu, akulah nukleus kehidupanmu...
Katamu, jika kau flagelatta, maka akulah ATP...
Katamu, jika kau inflamasi, akulah prostaglandin...

Sadarkah kau??
Kau berhasil membuatku mengalami hipertensi
fisiologis dan tachycardi
Perintahkan membrana tympani mu mendengar
seluruh discuss vertebralis ku berkata...

"Setiap cardiac outputku membutuhkan
pacemaker darimu.
Setiap detail gerakan glossus mu merangsang
saraf simpatisku."

"Ucapan selamat malammu laksana diazepam...
Ucapan "jangan menangis, sayang"mu bagaikan
valium bagiku...
Dan ketika kau pergi...terasa bagaikan
imunosupresi untukku..."

Apa yang terjadi padaku??

Cinta kau bilang??
Tak pernah kudengar Dorland mengucapkannya...
Di jurnal mana aku bisa memperoleh Randomised
Control Trial dengan Double Blind tentang nya??

Diagnosa aku...
Infus aku dengan cairan elektrolit "aku milikmu"...
Dan kita akan mengaktivasi seluruh sistem organ
kita bersama-sama...
Sampai brain stem death memisahkan kita...


Surat Cinta Anak IPS

Dengan hormat,
Hal : Penawaran
Kesepakatan

Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya telah
jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 17 April 2005 .

Berdasarkan rapat keluarga kami tanggal 15 Mei lalu pukul 19.00 WIB,
saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif.

Hubungan cinta kita akan menjalin masa percobaan minimal 3 bulan
sebelum memasuki tahap permanen.

Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan terlebih dahulu on the job training secara intensif dan berkelanjutan. Dan kemudian, setiap tiga bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju pada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup.

Biaya yang dikeluarkan untuk kerumah makan dan shooping akan dibagi 2 sama rata antara kedua belah pihak. Selanjutnya didasarkan pada performa dan kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan menanggung bagian yang lebih besar pengeluaran total.

Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah
dan bentuk pengeluaran yang Anda keluarkan nantinya.

Saya dengan segala kerendahan hati meminta anda untuk
menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari terhitung tanggal penerimaan surat.
Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut, dan tentu saja saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.

Saya akan sangat berterimah kasih apabila Anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik perempuan, sepupu bahkan teman dekat anda, apabila Anda menolak penawaran ini.

Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.

Hormat saya,

Bakal calon pasanganmu


Surat Cinta Anak Accounting

Wahai belahan jiwaku...
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku

Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku.
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya

Melampaui Ilusi



Kebebasan tidak lebih di atas keterbatasan
dengan kesadaran itu aku dapat memilih kebebasan.

Kebahagiaan tidak lebih di atas penderitaan;
dengan kesadaran itu aku dapat melepaskan penderitaan.

Kelimpahan tidak lebih di atas kemiskinan;
dengan kesadaran itu kelimpahanku mengalir.

Tidak ada yang di atas apapun;
mengetahui hal itu aku keluar dari hirarki, kompetisi, dan pergulatan.

Dalam keadaan ini aku tidak menghakimi hidup;
karenanya aku tidak merasa terpisah dari hidup.

Aku sangat gembira dengan keanekaragaman dalam dunia, dalam refleksi
yang mana aku melihat kebebasanku untuk menjadi apapun yang aku inginkan.

Kita tidak di sini untuk menjadi satu, kita di sini untuk menjadi banyak.
Dengan melihat bahwa melampaui ilusi ini kita semua adalah satu,
kita membebaskan diri kita untuk menjadi yang banyak.

Aku tidak terikat pada satu jalan apapun sebagai jalan yang pasti.

Aku bhinneka.

Aku terus selalu berubah.

Aku adalah penjelajah seluruhnya sebagai kebenaran.



~ Story Waters (You Are God. Get Over It!) ~

Cahaya Maha Cahaya : Sajak



Dariku kauharap apa? Hasratku mati duni.
Cintaku takpun kepada siapa
Sembahyang amat pribadi
Bahkan tak kusuka diriku yang ini
Tak kusuka tembok. Tahu kau?
Sejauh-jauh usia hanya rindu tergembok
Jadi kau pinta apa? Sudahlah.
Tak usah percaya derita atau bahagia.
Hidup ini sangat tak punya
Kepada Allah tak sabar hati
Hartaku cuma raung tangis bayi

Bhinneka Tunggal Ika



bhinneka tunggal ika
dimana kini kau berada?

ketika kutatap dinding
tergantung lesu makna terlupa

tertutup sarang dan debu
hingga harus memicik mataku

bhinneka tunggal ika
mengapa kau diam saja?

ketika para budak tuhan
hanyut dalam delusi perpecahan

terbakar ego dan dogma
hingga sudah picik pikirannya

bhinneka tunggal ika
mari kita bebaskan mereka

dari belenggu dan sekat yang fana
dengan cahaya dan cinta

membakar ajaran takut dan neraka
hingga damai turun kembali ke dunia

Tunjuk Sesat



agama masih terus ingin membunuh para nabi dan buddha
menunjuk jalan lain sebagai sesat
semata-mata demi kejayaannya,
serta menjaga kesetiaan para hambanya..

mungkin bagi para sipir agama
kreativitas adalah berbahaya,
kebebasan berpikir, menyesatkan
perubahan, tabu yang dilaknati..

mereka menunjuk jalan lain sesat
berdasar kitab yang mereka sucikan,
tidakkah justru mereka melakukan penyesatan
mengurung umat manusia dalam lingkaran permusuhan?

masih tidak mau sadarkah kita?
penyesatan terbesar yang terus dilakukan agama-agama
adalah memecah-belah umat manusia dalam diskriminasi
berbagai jalan, seraya menyatakan jalannya yang paling benar

apakah nurani sudah basi?
apakah kesadaran sudah langka?
tunjuk sesat sudah biasa,
siapa korban berikutnya?

Romansa



Namaku romansa…
Entah sudah berapa lama aku di persimpangan jalan ini
Berharap sungguh engku merasakan hadirku
Dan menoleh barang beberapa jenak
Aku telah menari-nari nyaris gila
Kuserukan kuat-kuat namamu dan namaku
Hanya untuk menyita hatimu
Tapi kau selalu terburu-buru melewati persimpangan jalan ini
Kurasa kaupun tak tahu apa di sampingmu
Tapi aku juga tahu..
Kau bersusah untuk tak berpaling padaku…

Hei…!! Namaku romansa
Batu karang seteguh apapun telah kuporak-porandakan
Jadi tak perlu bersenandung kuat-kuat untuk menepisku
Aku lebih hebat dari badai
Dan sanggup meredam senandungmu

HEI!!! Namaku romansa
Apa tak punya sedikit waktu untukku?
Aku punya sekotak rindu untukmu
Sepotong cinta untukmu
Dan berkantong-kantong sayang yang juga untukmu
Ini dititipkan padaku oleh peri
Kata peri, ia dititipkan Tuhan

Hei… Namaku romansa
Aku tak punya banyak waktu kalau kau tak mau biar kubagi ke yang lain saja
Mungkin aku kembali lain kali
Pesanku, segera buka topengmu
Agar cepat kau rasakan aku

Ingat, namaku R O M A N S A

Dia Tidak Di Tempat Lain



Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.

Dia tidak di Salib.

Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.

Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.

Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,

dan ke Kandahar Aku memandang.

Dia tidak di dataran tinggi maupun dataran rendah. 

Dengan tegas, aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).

Di sana cuma ada tempat tinggal (legenda) burung Anqa.

Aku pergi ke Ka'bah di Mekkah.

Dia tidak ada di sana.

Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf

Dia ada di luar jangkauan Avicenna ...

Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.

Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.

Dia tidak di tempat lain.


Jalaluddin Rumi

Segalanya Masih Sangat Muda



kau menyebutku orang buangan. 
aku seorang kelana, sebenarnya.
aku tidur dan jaga di atas kudaku. aku dan tungganganku adalah satu.
kami saling meringkik saling menggoda. sambil melintasi kota-kota masa silam,
kuseru kata-kata paling tajam. kubisikkan lagu paling merdu.

ah, betapa ajaib siklus waktu. kutagih pagi dibayar petang. kuminta pulang
diberi buang. tersuruk bagai orang mabuk gadung. menunggu salju turun,
memindai tahun mati.

pernah kuminta camar bersarang dan bertelur di atas tumpukan buku.
menetas jadi lidah-lidah api. huruf-huruf terbakar. kata-kata mengaduh.
bukan karena api tapi karena rindu. anak-bini berbiak di benak, seperti
jamur kuping di kayu lapuk. mekar dalam suhu minus duapuluh. ribuan mil jauhnya,
ribuan mil jauhnya. tapi dapat kudekap dalam sekejap.
bisa kucium dalam sajak.

tapi sajakku, jutaan bintang merah di bawah langit tanpa pintu.
setiap malam melayang-meliuk-menukik, jatuh dan aus di pepucuk putri malu.
serupa arah luku ditarik kerbau mabuk. sajakku jejak kaki kaum tani
yang menghadang buldoser selepas zuhur. racau pemabuk di tepi danau
ketika panen tiba. sedang doa, mantra merah tua itu, hanya bata penyusun
dinding. tindih-menindih, saling jabat. makin tinggi makin pedih.
oh, tuhan pergi dari puncak menara, ternyata.


bukankah tubuh dibikin dari tanah. tapi jiwa menampik bentuk di mula
cipta. menolak rumah di ujung usia. jiwaku pergi kemana ia suka. tidak ke
kubur, bukan ke sorga atau neraka. mungkin ke planet paling jauh. asal ada
kopi dan tembakau dan perempuan bermata biru dan bintang-bintang berekor putih.

mungkin aku akan pulang sebelum sebuah negeri tenggelam oleh kutuk tuhan.
tapi aku tak tahu negeri apa, pulang kemana, tuhan siapa. kugelar peta buta.
telunjukku menusuk seperti ke jantung seorang tiran, ke negeri impian:
satria uzur dan putri cantik, baju zirah dan tombak kayu, kincir angin dan
iblis hijau, seekor keledai kurus dan langit coklat tua. tembok-tembok hitam
yang meruapkan bau gandum, menggemakan sepotong nyanyian orang gipsi:
“sepasang mata perempuan melarutkan hari-hari tuan dalam sekendi khamar”.

tak ada yang datang ke pondokku minggu dini hari itu. orang-orang masih
tertidur di atas panggang musim dingin. mimpi musim panas, sebuah
pulau menyala di lautan. aku terbangun di tahun yang baru tumbuh. tak
ada siapapun. hanya cangkir kopi dan puntung rokok. berserakan
serupa prajurit kalah perang. aku berbenah dan menata ingatan seperti
buku-buku di dalam rak. lalu kusepuh lidahku dengan hai-ku “ tidakkah
kau tahu, katak yang jatuh ke kolam kini menjelma lagu?”
aku dan tungganganku berjalan kearah cahaya. kota-kota baru dibangkitkan. 
segalanya masih sangat muda…

Rinduku Pada Biru

selepas siang, aku mengetuk rembang malam
waktu yang lelah
perih kubuka setengah jendela. angin dingin berloncatan masuk
dengan gambar-gambar pesawat yang berdesingan melarikan tangis, airmata, dukalara
dan keping takdir yang seolah begitu saja telah ditulis di atas sebuah bendera
hitam. sehitam mata yang kau biaskan di helai hari. dan aku telah gagal
melukis selengkung pelangi.

setiap sore kutunggu engkau datang dengan aroma tubuh yang kian kukenal
berharap ada cerita baru
tentang kapal-kapal berlayar akan kembali
mengisahkan perantauan amat meletihkan dan engkau ingin bersandar
atau tentang rindumu pada puisi-puisi biru yang kubacakan
dimanakah musim itu. dimana kenangan tersamun hingga dukalah setiap senja
masih kurajut jua. tapi bagiku seperti mimpi telah mencuri

negeri tempat kulagukan cinta. aku telah jemu menangis
berlepas malam penantian robek pada kedamaian. selalu ingat setiap kutitip rindu
saat hatiku jadi sayat. sebab sekedar bayangpun tak mampu kujerat
hanya sesungging kesemuan. hanya nyanyian sayup panjang tak berbingkai
selebihnya adalah tarianmu yang terus berlari. berlari!

di canggah malam. rerantingan terpecah desau
awan hitam berimbun gulung. o, bintangpun tak ada. tak ada
kucari wajah kedamaian itu di kunang-kunang kelip. di laron-laron hempas
dimanakah cahaya seorang pengembara yang telah jauh tersasar. dimana hembus bayu
memecah halimun.

dengarlah seeorang bernyanyi tentang jubah malam tanpa selimut
“akulah lelaki yang senantiasa rindu pada laut, pada langit, pada hamparan warna
biru yang telah membangun telaga didadaku
bila samudera bergerak. angin riuh memecah arah
akulah nelayang yang kan terus bernyanyi tentang pukat dan jala.
begitulah rinduku pada biru”.

Ini Puisiku

Aku Sang Pujangga
dan ini puisiku
kau bacalah
jangan kau tulis lagi

bicara dulu bahasaku
jelajahi dulu duniaku
alami dulu hidupku
pertanyakan dulu keberadaanku

baru nanti mungkin kau bisa mengerti puisiku

jangan kau terjemahkan
jangan kau sombongkan
jangan kau kultuskan
bacalah untukmu sendiri

dengan sendiri mungkin kau bisa mengerti puisiku

kau yang membaca
kau yang bukan menulis
ini puisiku
dan Aku Pujangganya

Iblis Dan Tuhan

aku lihat ke sekelilingku
jiwa-jiwa lesu yang terbelenggu
menatap dunia dari balik jendela
penjara yang tak dapat mereka lihat dan sentuh..

aku lihat ke sekelilingku
orang-orang penuh benci dan tatap murka
mereka para sipir yang menjaga setiap pintu penjara
dari jiwa-jiwa yang ingin keluar..

kata mereka, kalian iblis! enyahlah setan!
jangan coba-coba murtadkan kami!
dengan nama tuhan kami akan bunuh kalian semua yang menentang kami!

ah.. anak-anak ini..
yang menatap cermin sembari menunjukkan jarinya

iblis yang mereka benci tiada lain
refleksi kebencian mereka sendiri

tuhan yang mereka bela tiada lain
ekspresi ego mereka sendiri

tapi adakah yang peduli?
adakah yang mau membebaskan
para tahanan dari pejara-penjara itu?

aku lihat ke sekelilingku
sepi.. tapi, tunggu..
oh, itu ada beberapa yang memanggilku..
tidak banyak, tapi tak apa.. semangat, ya!

Bebaskan Tuhan!

sipir salah satu penjara berkata
lihat, inilah tuhan yang telah menebus dosa-dosa kalian!
takutlah akan dia dan ikuti aturan kami,
atau neraka menanti

sipir penjara lain berkata
tiada tuhan selain tuhan kami!
dia yang menjanjikan para bidadari
untuk kenikmatan abadi kalian nanti

aku datang dengan satu permohonan
untuk membebaskan tuhan
dari penjara-penjara dan para sipir yang menahannya
yang menjadikan dia sebagai tempat ibadah dan kitab suci
untuk disembah dan ditakuti

wahai para sipir yang terhormat,
lepaskanlah tuhan

sudah terlalu lama kalian
gunakan tuk perbudak jiwa-jiwa manusia
demi kejayaan dan kepuasan ego semata

sudah terlalu lama kalian
ninabobo-kan dunia ke dalam penderitaan dan ketidakpedulian
dengan ancaman-ancaman akhir jaman

aku mohon, bebaskan tuhan!

lepaskan dia agar dapat pulang kembali
ke dalam hati setiap anaknya yang menanti
cinta, agama dan iman yang sejati..

Tuhanmu Bukan Tuhanku

tuhanmu, ya tuhanmu
tuhanku, ya tuhanku

tuhanmu berbeda dengan tuhanku

menurutmu, tuhanku bukan tuhan
menurutku, tuhanmu bukan tuhan

tuhanmu menciptakan agama yang kamu anut
tuhanku menciptakan agama yang aku anut

agamamu, ya agamamu
agamaku, ya agamaku

menurutmu, aku ini kafir
menurutku, kamu itu kafir

tuhanmu menciptakan surga untukmu
tuhanku menciptakan surga untukku

surga buatan tuhanmu bukan untukku
surga buatan tuhanku bukan untukmu

tuhanmu menciptakan neraka
katamu, neraka buatan tuhanmu itu untukku

tuhanku juga menciptakan neraka
karena neraka buatan tuhanku itu untukmu

tapi kamu berteriak, "kau harus percaya pada tuhanku,
agar tak dibuang ke dalam neraka jahanam buatan tuhanku!"
aku pun berteriak, "kau yang harus mengakui tuhanku,
agar tak disiksa habis-habisan dalam neraka buatan tuhanku!"

"goblok!" bentakmu. "menurut agamaku, tuhanmu itu hantu!"
"bodoh!" sergahku. "menurut agamaku, justru tuhanmu itu hantu!"

"biadab!" umpatmu. "kau menghujat tuhanku!"
"bedebah!" makiku. "kau menghujat tuhanku!"

maka kamu dan aku saling naik pitam, saling mencabut parang
saling menyerang hingga parang bersarang dalam erang kesakitan

kamu mati
aku juga mati

kamu menghadap tuhanmu
aku menghadap tuhanku

di langit tuhanmu dan tuhanku mengadakan pertemuan
karena tuhanmu tidak rela menerima kematianmu
dan tuhanku pun tidak rela menerima kematianku

pertemuan menjadi debat tanpa batas
kesabaran tuhanmu habis
kesabaran tuhanku juga demikian

lantas tuhanmu berkelahi dengan tuhanku
perkelahian seru dari dendam kesumat purba

langit bergemuruh
halilintar runtuh

di bumi, anakmu bilang, "wah tuhanku marah."
anakku pun bilang, "tuhanku-lah yang marah."

"goblok!" bentak anakmu. "tuhanku marah, gara-gara kau tidak mau
menyembah tuhanku, bertobat dari kafirmu lalu masuk agamaku!"
"bodoh!" balas anakku. "tuhankulah yang marah, gara-gara kau tidak
mau menyembah tuhanku, bertobat dari kafirmu lalu masuk agamaku!"

"biadab!" umpat anakmu. "kau menghina agamaku!"
"bedebah!" maki anakku. "kau menghina agamaku!"

maka anakmu dan anakku saling bersitegang, saling mencabut parang
saling menyerang hingga parang bersarang dalam erang kesakitan

anakmu mati
anakku juga mati

anakmu menghadap tuhanmu
anakku menghadap tuhanku

di langit tuhanmu dan tuhanku mengadakan pertemuan lagi
karena tuhanmu tidak ikhlas menerima kematian anakmu
dan tuhanku pun tidak ikhlas menerima kematian anakku

pertemuan kembali menjadi debat tanpa batas
kesabaran tuhanmu habis
kesabaran tuhanku juga begitu

lantas tuhanmu berkelahi lagi dengan tuhanku
perkelahian seru dari dendam kesumat purba

langit bergemuruh
halilintar runtuh

di bumi, cucumu bilang, "wah tuhanku murka, sebab ia
membenci adanya orang-orang kafir semacam kau!"
cucuku pun bilang, "tuhanku-lah yang murka, sebab ia
membenci adanya orang-orang kafir semacam kau!"

lantas, lagi-lagi saling tebas
sama-sama nyawa lepas

di suatu tempat, iblis, setan, ruh jahat dan sesamanya
berkumpul melingkari meja, menyaksikan semua
mereka tertawa terbahak-bahak sambil menikmati perjamuan darah non alkohol
"sesungguhnya, kita tahu siapa tuhan yang sebenarnya itu," kata mereka

Bunga

  menunggu detik...

     tumbuh,

      mekar,

       wangi,

        dan mati...

    Hidup sejenak,

      memberi arti.

       Tiada sesal

        Tiada rindu

         Tiada jenuh

          Tiada tujuan

    Karena tak ada 'aku' lagi