Ketika seorang murid mengeluh bahwa spiritualitas Sang Guru perlu disesuaikan dengan perkembangan jaman, Sang Guru hanya tertawa. Kemudian ia menceritakan kisah seorang pelajar yang mengatakan kepada seorang penjual buku, "Tidak adakah buku anatomi yang lebih baru? Buku-buku yang ada di sini sudah berumur 10 tahun atau lebih!"
Kata penjual buku, "Dengarlah, Nak. Tidak ada penambahan tulang apa pun dalam tubuh manusia selama 10 tahun terakhir ini."
Berbasa-basi Sejenak, Anthony De Mello
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Demikian pula halnya, tidak ada penambahan apa pun dalam kodrat manusia selama 10.000 tahun terakhir ini."
Showing posts with label Basa-Basi. Show all posts
Showing posts with label Basa-Basi. Show all posts
Kepuasan Dalam Penderitaan
"Mengapa orang tidak bahagia? Karena mereka mendapatkan kepuasan yang janggal dari penderitaan mereka," kata Sang Guru.
Ia menceritakan bagaimana ketika suatu kali ia berada di tempat tidur bagian atas di sebuah kereta api, pada suatu malam. Ia tidak bisa tidur, karena dari tempat tidur bawah seorang wanita terus-menerus mengeluh, "Oh, betapa hausnya saya ... Aduh, betapa hausnya saya."
Terus-menerus suara keluhan itu terdengar. Akhirnya, Sang Guru turun ke bawah, berjalan melalui gang sepanjang kereta api, mengisi dua cangkir besar dengan air, membawanya dan memberikannya kepada wanita malang itu.
"Bu, minumlah air ini."
"Oh, baik sekali Anda. Terima kasih."
Sang Guru kembali ketempat tidur. Ia menyamankan badannya dan ketika hampir pulas dari bawah terdengar lagi suara keluhan, "Oh, betapa hausnya saya tadi... Aduh, betapa hausnya tadi."
Berbasa-basi Sejenak, Anthony De Mello
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Tak usah khawatir, kita tak akan pernah kekurangan alasan untuk selalu mengeluh"
Ia menceritakan bagaimana ketika suatu kali ia berada di tempat tidur bagian atas di sebuah kereta api, pada suatu malam. Ia tidak bisa tidur, karena dari tempat tidur bawah seorang wanita terus-menerus mengeluh, "Oh, betapa hausnya saya ... Aduh, betapa hausnya saya."
Terus-menerus suara keluhan itu terdengar. Akhirnya, Sang Guru turun ke bawah, berjalan melalui gang sepanjang kereta api, mengisi dua cangkir besar dengan air, membawanya dan memberikannya kepada wanita malang itu.
"Bu, minumlah air ini."
"Oh, baik sekali Anda. Terima kasih."
Sang Guru kembali ketempat tidur. Ia menyamankan badannya dan ketika hampir pulas dari bawah terdengar lagi suara keluhan, "Oh, betapa hausnya saya tadi... Aduh, betapa hausnya tadi."
Berbasa-basi Sejenak, Anthony De Mello
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Tak usah khawatir, kita tak akan pernah kekurangan alasan untuk selalu mengeluh"
Bahasa Ilahi
Sewaktu mendengar Sang Guru mengidungkan ayat-ayat Sanskrit dengan merdu, seorang ahli bahasa Sanskrit sangat terpikat.
Lalu ia berkata, "Saya mengetahui bahwa tak ada bahasa di bumi ini seindah bahasa Sanskrit untuk mengungkapkan hal-hal yang ilahi."
"Jangan bodoh," kata Sang Guru. "Bahasa yang ilahi bukan Sanskrit. Bahasanya adalah Keheningan."
Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello
Lalu ia berkata, "Saya mengetahui bahwa tak ada bahasa di bumi ini seindah bahasa Sanskrit untuk mengungkapkan hal-hal yang ilahi."
"Jangan bodoh," kata Sang Guru. "Bahasa yang ilahi bukan Sanskrit. Bahasanya adalah Keheningan."
Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello
Bunuh Diri
Ada berita menghebohkan tentang seorang pria rohaniwan yang
telah meninggal dalam sebuah aksi bunuh diri.
Sementara tak seorang pun dalam pertapaan setuju dengan
tindakan rohaniwan itu, beberapa mengatakan bahwa mereka
mengagumi imannya.
"Iman?" kata Sang Guru.
"Ya, bukankah ia memiliki keberanian berdasarkan
keyakinannya?"
"Itu fanatisme, bukan iman. Iman menuntut keberanian yang
lebih besar: untuk menguji kembali keyakinan-keyakinan
seseorang dan menolak keyakinan-keyakinan itu jika tidak
sesuai dengan kenyataan."
Dari: Berbasa-basi Sejenak, Anthony De Mello
Kebijaksanaan
kepada Sang Guru, minta diajar.
"Ajaran apa yang Saudara inginkan dari saya?" tanya Sang
Guru.
"Kebijaksanaan," jawabnya.
"Ah, Sahabatku! Betapa senangnya saya mengajarkan itu kalau
saja tidak ada satu rintangan besar."
"Apa?"
"Kebijaksanaan tidak dapat diajarkan."
"Kalau begitu, tak ada sesuatu pun yang dapat saya pelajari
di sini."
"Kebijaksanaan dapat dipelajari, tetapi tidak dapat
diajarkan."
Dari: Berbasa-basi Sejenak, Anthony De Mello
Dalam Kitab
kata Sang Guru. "Jika menghadapi permasalahan hidup, segera
mereka mencoba mencari jawabnya dari dalam Kitab. Padahal,
hidup itu terlalu besar untuk dicocokkan dengan kitab manapun."
Untuk melukiskan hal itu, ia bercerita mengenai seorang
penjahat yang berkata, "Angkat tangan! Berikan uangmu atau
kalau tidak..."
"Kalau tidak, apa?"
"Sudahlah, jangan banyak bertanya dan membuat saya bingung!
Saya baru pertama kali ini merampok."
Dari: Berbasa-basi Sejenak, Anthony De Mello
Tempat Ibadah
"Sang imam mengatakan kepada saya bahwa rumah ibadah itu
merupakan satu-satunya tempat bagi saya untuk beribadah Apa
pendapatmu?"
"Imam itu bukan orang yang tepat untuk dimintai pendapat
mengenai hal ini," kata Sang Guru.
"Tetapi, bukankah ia ahlinya?"
Sang Guru menceritakan pengalamannya ketika ia berada di
luar negeri. Pada waktu itu ia menyimak dua buku panduan
bagi wisatawan. Pemandu wisata yang menemaninya mengerutkan
dahi dan, sambil menunjuk pada salah satu dari buku itu, ia
berkata, "Buku yang satu ini sangat jelek. Yang itu lebih
baik."
"Mengapa? Karena buku itu memberi lebih banyak informasi?"
Si pemandu menggelengkan kepala. "Buku itu mengatakan beri
pemandu 5 dolar. Yang ini mengatakan beri pemandu 50 sen."
Dari: Berbasa-basi Sejenak, Anthony De mello
Apakah Tuhan Itu Ada?
"katakan kepada saya," kata seorang ateis, "apakah tuhan itu
sungguh-sungguh ada?"
jawab sang guru, "Jika kamu menginginkan saya
sungguh-sungguh jujur, saya tidak akan menjawab."
para murid penasaran mengapa ia tidak menjawab.
"karena pertanyaannya tidak dapat dijawab," kata sang guru.
"jadi, guru juga ateis?"
"tentu saja tidak. orang ateis membuat kesalahan karena
menyangkal kenyataan yang tidak mungkin dijelaskan."
setelah diam sejenak, ia menambahkan, "dan orang teis
membuat kesalahan karena mencoba menjelaskannya.
Dari: Berbasa-basi Sejenak, Anthony De Mello
sungguh-sungguh ada?"
jawab sang guru, "Jika kamu menginginkan saya
sungguh-sungguh jujur, saya tidak akan menjawab."
para murid penasaran mengapa ia tidak menjawab.
"karena pertanyaannya tidak dapat dijawab," kata sang guru.
"jadi, guru juga ateis?"
"tentu saja tidak. orang ateis membuat kesalahan karena
menyangkal kenyataan yang tidak mungkin dijelaskan."
setelah diam sejenak, ia menambahkan, "dan orang teis
membuat kesalahan karena mencoba menjelaskannya.
Dari: Berbasa-basi Sejenak, Anthony De Mello
Subscribe to:
Posts (Atom)