Sejarah Israel Sepanjang Masa



2000 SM – 1500 SM
Istri Ibrahim (Abraham), Hajar (Hagar) mempunyai anak Ismail yang kemudian menurunkan bangsa arab dan Sarah mempunyai anak Ishak (Isaac), yang kemudian mempunyai anak Yakub (Jacob) atau disebut juga sebagai Israel (Israil, Qur’an).
Anak keturunan Yakub disebut sebagai bangsa Israel. Yakub memiliki 12 anak yang kemudian menjadi 12 suku Israel (Bangsa Yahudi adalah salah satu dari ke 12 suku Israel, yaitu keturunan dari anak Yakub yang bernama Yehuda. Akan tetapi di kemudian hari semua orang Israel juga disebut sebagai orang Yahudi).
Salah satu anaknya yang bernama Yusuf (Joseph), ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang merasa iri. Nasib membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia diangkat menjadi bendahara kerajaan Mesir.
Ketika masa paceklik, Yakub beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Anak keturunannya bertambah banyak, dan kemudian menjadi sebuah bangsa Israel.

1550 SM – 1200 SM
Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi negara Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan kemudian menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun (Pharaoh = Raja) bangsa Israel diturunkan statusnya menjadi budak.

1200 SM – 1100 SM
Musa (Moses) memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir menuju tanah yang dijanjikan.
Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka menolak dan menyuruh Musa dan Tuhan untuk berperang bagi mereka:
Akibatnya Tuhan marah dan mengutuk mereka sehingga mereka hanya bisa berputar-putar saja di sekitar Palestina.

1000 SM – 922 SM
Daud (David) mengalahkan Goliath (Jalut, Qur’an) dari Filistin. Palestina berhasil direbut dan Daud dijadikan raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Irak. Hingga sekarang ini, bangsa Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel seperti ketika dipimpin oleh raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil dan Eufrat) dan Bintang Daud. Kepemimpinan Daud kemudian diteruskan oleh Sulaiman (Solomon). Masjid Al-Aqsa dibangun pada masa Sulaiman.

922 SM – 800 SM
Sepeninggal Sulaiman, Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.

800 SM – 600 SM
Kerajaan Israel dihancurkan bangsa Asyiria.

600 SM – 500 SM
Kerajaan Yehuda dihancurkan oleh Nebukadnezar dari Babylonia. Bangsa Israel diusir dari Yerusalem .

500 SM – 400 SM
Cyrus dari Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem.

330 SM – 322 SM
Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia. Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel.

300 SM – 190 SM
Yunani dikalahkan oleh Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.

1 – 100 M
Isa atau Yesus dilahirkan, tetapi ajaran Yesus sendiri ditolak oleh para Rabbi Yahudi sehingga kemudian ia dianggap subversif dan dihukum mati di atas kayu salib. Setelah Isa tiada, bangsa Yahudi memberontak terhadap Romawi.

100 – 300
Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil orang Yahudi yang masih bertahan di Palestina.

313
Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan agama negara.

500 – 600
Muhammad dilahirkan pada tahun 571 M. Bangsa Yahudi telah menyebar hingga ke semenanjung Arabia (di antaranya di Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang antara Romawi dengan Persia .

621
Muhammad melakukan perjalanan ruhani Isra’ dari Masjid Al Haram di Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Palestina dilanjutkan perjalana Mi’raj ke Sidrathul Muntaha. Muhamad menetapkan Yerusalem sebagai kota suci ke-3 ummat Islam.
Masjid Al Aqsa juga menjadi kiblat umat Islam sebelum kemudian dipindah arahnya ke Ka’bah di Masjid Al Haram, Makkah.

622
Muhammad Hijrah ke Madinah dan mendirikan negara Islam – yang selanjutnya disebut khilafah. Ia juga mengadakan perjanjian dengan bangsa Yahudi yang menjadi penduduk Madinah dan sekitarnya, yang kemudian dikenal sebagai “Piagam Madinah”.

626
Yahudi berkhianat dalam perang Ahzab (perang parit) dan berarti melanggar Perjanjian Madinah. Sesuai dengan aturan di dalam kitab Taurat mereka sendiri, mereka harus menerima hukuman dibunuh atau diusir.

638
Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab. Seluruh Palestina dibebaskan dari Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, Muslim maupun Non Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khilafah. Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.

700 – 1000
Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika hingga Spanyol. Di dalamnya, bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama. Ada beberapa ilmuwan terkenal di dunia Islam yang sesungguhnya adalah orang Yahudi.

1076
Yerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa.

1099 
Tentara salib berhasil menguasai Yerusalem.

1187 
Salahuddin Al-Ayyubi (Saladin) merebut Yerusalem dari tentara salib.

1453
Setelah melalui proses reunifikasi dan revitalisasi wilayah-wilayah khilafah yang tercerai berai setelah hancurnya Baghdad oleh tentara Mongol (1258 M), khilafah Utsmaniah dibawah Muhammad Fatih berhasil menaklukan Konstatinopel.

1492
Andalusia jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista) . Karena cemas suatu saat umat Islam bisa bangkit lagi, maka terjadi pembunuhan, pengusiran dan pengkristenan massal. Hal ini tidak cuma diarahkan pada Muslim namun juga pada Yahudi. Mereka lari ke wilayah khilafah Utsmaniyah, diantaranya ke Bosnia.

1500 – 1700
Adalah masa kebangkitan pemikiran di Eropa, dengan munculnya sekularisme (pemisahan agama antara gereja dengan negara), nasionalisme dan kapitalisme. Ini juga menandakan dimulainya kemajuan teknologi modern di Eropa. Abad penjelajahan samudera dimulai. Mereka mencari jalur perdagangan alternatif ke India dan Cina, dan kemudian melahirkan kolonialisme dan imperialisme, dengan semboyan Gold, Glory, Gospel.

1529
Tentara khilafah berusaha menghentikan arus kolonialisme/ imperialisme dan membalas reconquista langsung ke jantung Eropa dengan mengepung Wina, namun gagal. Tahun 1683 M kepungan diulang, dan gagal lagi. Kegagalan ini terutama karena tentara Islam merasa terlalu yakin pada jumlah dan perlengkapannya.

1798
Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Pada saat itu wilayah timur tengah secara resmi masih di bawah khilafah.

1831
Untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Lebanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme yang menular begitu cepat di tanah Arab.

1835
Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana . Sponsornya adalah milyuner Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, yang juga seorang anggota Freemasonry.

1838
Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina.

1849
Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang.

1882
Terjadi imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina dengan alasan agama, simpati dan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

1891
Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina.

1897
Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel, Swiss. Peserta kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin. Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ribuan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada sebuah negara Yahudi”

1916
Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat kontrol atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar).

1917
Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

1938
Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri.

1944
Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari sana . Kondisi Palestina pun memanas.

1947
PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan Israel .

1948, 14 Mei
Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel . Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania , Syria , Mesir dan lain-lain. Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris – Sebagai akibat dari Imperialisme Perancis dan Inggris di Arab sejak tahun 1798 – maka Israel dengan mudah merebut daerah Arab Palestina.

1948, 2 Desember
Protes keras Liga Arab atas tindakan AS dan sekutunya berupa dorongan dan fasilitas yang mereka berikan bagi imigrasi zionis ke Palestina. Pada waktu itu, Ikhwanul Muslimin (IM) di bawah Hasan Al-Banna mengirim 10.000 mujahidin untuk berjihad melawan Israel . Usaha ini kandas karena Raja Farouk dari Mesir takut bahwa di dalam negeri IM bisa melakukan kudeta, akibatnya tokoh-tokoh IM dipenjara atau dihukum mati.

1956, 29 Oktober
Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan Suez .

1964
Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization) .

1967
Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari, Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan ( Syria ), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara musuh karena dibantu informasi dari CIA. Sementara itu angkatan udara Mesir ragu membalas serangan Israel , karena Menteri Pertahanan Mesir ikut terbang dan memerintahkan untuk tidak melakukan tembakan selama dia ada di udara.

1967, Nopember
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi Palestina.

1969
Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania.

1970
Berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina membuat PLO dikecam oleh opini dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dari Yordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.

1973, 6 Oktober
Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasanya Yahudi Yom Kippur. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober atau Yom Kippur. Mesir dan Syria hampir menang, kalau Israel tidak tiba-tiba dibantu oleh AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia cuma siap untuk melawan Israel , namun tidak siap berhadapan dengan AS. Arab membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak. Akibatnya harga minyak melonjak pesat.

1973, 22 Oktober
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.

1977
Pertimbangan ekonomi (perang telah memboroskan kas negara) membuat Anwar Sadat pergi ke Israel tanpa konsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab merasa dikhianati. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat dibunuh pada tahun 1982.

1978, September
Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS.
Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel . Sadat dan PM Israel Menachem Begin dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. namun Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David ini tidak pernah diwujudkan, demikian juga otonomi versi lainnya. Dan AS sebagai pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto resolusi PBB yang tidak menguntungkan Israel .

1980
Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota Yerussalem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota.

1982
Israel menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak berhasil dibawa ke forum PBB karena veto dari AS.
Belakangan Israel juga melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq , Libya dan Tunis .

1987
Intifadhah, perlawanan dengan batu oleh orang-orang Palestina yang tinggal di daerah pendudukan terhadap tentara Israel mulai meledak. Intifadhah ini diprakarsai oleh Hamas.

1988, 15 Nopember
Diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota Aljazair.
Dengan bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat.
Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina beranggotakan 500 orang.

1988, Desember
AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina di pengasingan di Tunis .

1991, Maret
Yasser Arafat menikahi Suha, seorang wanita Katolik. Sebelumnya Arafat selalu mengatakan “menikah dengan revolusi Palestina”.

1993, September
PLO – Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Motto Israel adalah “land for peace” (tanah untuk perdamaian). Pengakuan itu dikecam keras oleh pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. Namun negara-negara Arab ( Saudi Arabia , Mesir, Emirat dan Yordania) menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi mengeluarkan “fatwa” untuk mendukung perdamaian.
Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai perjanjian dengan Israel , PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti Israel. 
Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas usahanya tersebut.

1995
Rabin dibunuh oleh Yigar Amir, seorang Yahudi fanatik. Sebelumnya, di Hebron , seorang Yahudi fanatik membantai puluhan Muslim yang sedang shalat subuh. Gerakan Palestina yang menuntut kemerdekaan total menteror ke tengah masyarakat Israel dengan bom “bunuh diri”. Targetnya, menggagalkan usaha perdamaian yang dianggap tidak adil itu. “Land for peace” diartikan Israel sebagai “ Israel dapat tanah, dan Arab Palestina tidak diganggu (bisa hidup damai).”

1996
Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan. Netanyahu mengulur-ulur waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel . Ia bahkan ingin menunggu/menciptakan kontelasi baru (pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, bila perlu perluasan hingga ke Syria dan Yordania) untuk sama sekali membuat perjanjian baru.

AS tidak senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang ditetapkannya. Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Bill Clinton harus memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk “mengingatkan” si “anak emasnya” ini. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi Israel . Mufti Mesir malah kini memfatwakan jihad terhadap Israel . Sementara itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba “aktif” menjadi penengah, mereka tidak rela kalau AS “jalan sendiri” tanpa bicara dengan Eropa.

2002 - Sampai sekarang
Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 "reservasi". Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon . Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh "kehadiran sipil dan militer yang permanen" di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana , dan 4 pemukiman di Tepi Barat), namun akan "mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza , dan akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza."
Pemerintah Israel berpendapat bahwa "akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan," sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibatya ialah bahwa Israel "akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok– artinya, Penghalang Tepi Barat Israel – dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini"

Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu tanggal 28 Maret 2006 di Israel , Ehud Olmert – yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri menggantikan Ariel Sharon yang berhalangan tetap karena sakit –berpidato.
Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai hak-hak kaum minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti dengan bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan bahwa bila Otoritas Palestina, yang kini dipimpin Hamas, menolak mengakui Negara Israel , maka Israel "akan menentukan nasibnya di tangannya sendiri" dan secara langsung menyiratkan aksi sepihak. Masa depan pemerintahan koalisi ini sebagian besar tergantung pada niat baik partai-partai lain untuk bekerja sama dengan perdana menteri yang baru terpilih.

Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza (27/12/2008), sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan bakar minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur Gaza tutup.

Sebagai catatan akhir, Perdana Menteri Israel setelah Benjamin Netanyahu berturut-turut adalah Ehud Barak, Ariel Sharon, dan yang masih berkuasa sekarang adalah Ehud Olmert. Sedangkan 4 faksi utama di Palestina adalah PLO, Al-Fatah, Jihad Islam Palestina (JIP), dan yang berkuasa sekarang di Palestina adalah Hamas dengan Perdana Menterinya Ismail Haniya.


2 comments:

historymaker_4Jesus said...

saya cuma mau mengkritisi tulisan anda tentang Masjid Al-aqsa yg dibangun oleh Raja Sulaiman ?
1. Yang dibangun oleh Raja Sulaiman adalah Bait Allah bukan Mesjid ! ,ini adalah tempat ibadah orang Yahudi dimana ada pelataran, ruang suci & ruang maha suci disitu ( yg dikemudian hari dihancurkan bangsa Babylonia) yg mereka percaya tepat berada di Gunung Moria Yerusalem, tempat Abraham persembahkan Ishak sebagai korban.

2. Apakah pengertian Mesjid sudah dikenal pada zaman Raja Sulaiman ( yg adalah Raja Israel ) ? ribuan tahun sebelum Islam didirikan oleh Muhammad di abad ke 6 ? bukankah mesjid identik dengan Islam ?

3.Memberi info yg tepat dan benar adalah sebuah keharusan..Masjid Al-Aqsa baru ada setelah Islam ada, dan setelah Bait Allah Salomo hancur , setelah Raja Koresy perbolehkan Umat Yahudi pulang ke Tanah Kanaan/ Tanah Palestina, orang Yahudi kembali membangun Bait Allah , yg berdiri zaman Yesus /Isa hidup , tetapi kembali dihancurkan ,kali ini oleh bangsa Romawi dibawah pimpinan seorang Kaisar romawi, oleh karena itu setelah Israel kembali berdiri menjadi sebuah Negara bukan lagi Kerajaan, mereka memiliki impian utk kembali membangun Bait Allah yg ke 3, yang mereka yakini reruntuhannya ada tepat di tempat dimana sekarang Masjid Al-Aqsa berdiri...dan jika itu terjadi di waktu kedepan yg dekat ini, saya rasa itulah yg akan memicu Perang Dunia ke-3..

Anonymous said...

cb baca wikipedia. israel dalam perang enam hari dan perang yom kippur tidak pernah dibantu oleh amerika serikat atau negara manapun, namun unggul berkat strategi perangnya. dalam perang enam hari, israel menggunakan "pre emptive strategy", karena tau musuh siap mengeroyok, israel menyerang secara massive musuh2nya. tdk ada CIA yg terlibat, namun kl mossad iya. dalam perang yom kippur pun, israel menang setelah berhasil mematahkan "perisai udara" tentara mesir. amerika serikat sendiri tidak terlibat dalam perang tsb, namun mesir hampir saja di invasi israel. jadi kalau menulis sejarah kedepankan fakta, jangan biarkan kebencian yang ditumbuhkan iblis dalam hati anda untuk membenci kaum yahudi mempengaruhi kualitas tulisan anda